mohon isi surveinya disini :
http://www.idsurvei.com/link.php?p=http://www.indosurvei.com/munawir25
Atau
http://www.idsurvei.com/link.php?p=http://tiny.cc/
BINTANG ALUMINIUM MANGKUTANA
Rabu, 22 Oktober 2014
Senin, 20 Oktober 2014
bagi yang masih penasaran silahkan kunjungi situs. http://www.idsurvei.com/link.php?p=http://tiny.cc/
dan isi data survei anda
dan isi data survei anda
Rabu, 12 Maret 2014
TIGA BERSAUDARA SEPERJUANGAN
cerita ini adalah kisah perjalanan hidup ayah saya sewaktu masih muda,, beliau mempunyai dua saudara kandung,, dimana ayah saya bernama Haris Rafiq,, sebagai anak bungsu,, saudara keduanya bernama Idris Mukaddas,, dan saudara tertua bernama Darwis Muhdina.. mungkin dalam cerita ini tidak sepenuhnya yang saya ketahui namun ada sedikit beberapa hal yang sudah diceritakan langsung oleh ayah saya. saya menulis ini hanya untuk mengenang betapa kerasnya kehidupan mereka untuk tetap mempertahankan hidupnya sehingga kami sebagai anaknya bisa menikmati hasil usahanya hingga saat ini.
mereka bertiga lahir dikeluarga yang sangat miskin,, mereka hanya dihidupi oleh seorang ibunya karena ayahnya sudah lama meninggal jauh sebelum mereka-mereka terlahir,, di dunia ini. dalam arti kata satu pun dari mereka tidak pernah melihat wajah ayahnya sendiri.. karena mereka adalah termasuk kalangan orang yang tidak mampu,, mereka bahkan pernah untuk menahan lapar dalam sehari karena tak ada makanan yang mampu dia belinya.
sehari-harinya mereka hanya kerja di ladang sawahnya masing-masing yang sangat kecil..itu.. berhari-hari serta berminggu-minggu ia mengerjakannya untuk menunggu hasil panen tiba tetapi hasilnya pun tak seberapa mereka hanya bisa meratapi nasib nya yang begitu susah...
karena ladang sawah tersebut belum bisa mencukupi kehidupan mereka,,
kesehariannya hanya diwarnai dengan kesengsaraan yang tiada habisnya.. masa muda yang begitu menyedihkan karena tak mempunyai apa-apa.
disamping itu ayah saya pernah menawarkan jasa kepada seseorang untuk mengurus kebunnya dengan tujuan mendapat upah dari orang tersebut,, tetapi orang itu menolak karena ia juga tak mampu untuk memberi upah apapun alasannya.
tak ada orang yang memiliki harta berlimpah waktu itu,, tak ada orang yang memiliki kehidupan makmur waktu itu,, tetapi setidaknya orang-orang itu masih mempunyai kedua orang tua yang bisa untuk menafkahinya,, sangat jauh berbeda dengan ke tiga bersaudara ini,, jika mereka tidak berusaha untuk mencari pekerjaan siapa lagi yang akan memberinya makan,, sedangkan sang ibu juga tidak bernasib baik untuk bisa membahagiakan ketiga anaknya..
seiring berputarnya waktu demi waktu kini mereka tumbuh lebih dewasa berkat hasil kerja keras mereka sendiri.
ayah saya bekerja dengan seseorang di daerah tersebut saya kurang tahu juga apa yang ia kerjakan,, yang jelasnya pekerjaan itu tidak lain hanya sebagai buruh.. ada banyak orang yang juga bekerja disana. saat jam istirahat para pekerja beristirahat sambil minum-minum kopi di warung,,, tapi ia hanya bisa memandangi mereka menikmati secangkir kopi,, ia hanya cukup meminum air putih yang disediakan secara gratis,, beliau tak mampu membeli secangkir kopi karena tak mempunyai uang sepeser pun di kantongnya.. setelah itu kembali kerja lagi. bulan berganti bulan ayah saya selalu mengharapkan upah yang dibagikan diakhir bulan tetapi ia belum pernah menerimanya sama sekali,, pekerjaanya hampir menjelang tiga bulan tetapi belum pernah ada bayaran yang ia terimanya sekalipun...
tetapi ia masih berfikir positif terhadap bosnya,, beliau berfikir mungkin semua upahnya ditampung dan akan diberikan suatu saat nanti..
enam bulan lamanya ayah saya bekerja baru ia sadari kalau ia bekerja tanpa dibayar,, keringat dan tenaga yang ia andalkan setiap hari ternyata membuahkan hasil pahit seperti ini.
mereka bertiga lahir dikeluarga yang sangat miskin,, mereka hanya dihidupi oleh seorang ibunya karena ayahnya sudah lama meninggal jauh sebelum mereka-mereka terlahir,, di dunia ini. dalam arti kata satu pun dari mereka tidak pernah melihat wajah ayahnya sendiri.. karena mereka adalah termasuk kalangan orang yang tidak mampu,, mereka bahkan pernah untuk menahan lapar dalam sehari karena tak ada makanan yang mampu dia belinya.
sehari-harinya mereka hanya kerja di ladang sawahnya masing-masing yang sangat kecil..itu.. berhari-hari serta berminggu-minggu ia mengerjakannya untuk menunggu hasil panen tiba tetapi hasilnya pun tak seberapa mereka hanya bisa meratapi nasib nya yang begitu susah...
karena ladang sawah tersebut belum bisa mencukupi kehidupan mereka,,
kesehariannya hanya diwarnai dengan kesengsaraan yang tiada habisnya.. masa muda yang begitu menyedihkan karena tak mempunyai apa-apa.
disamping itu ayah saya pernah menawarkan jasa kepada seseorang untuk mengurus kebunnya dengan tujuan mendapat upah dari orang tersebut,, tetapi orang itu menolak karena ia juga tak mampu untuk memberi upah apapun alasannya.
tak ada orang yang memiliki harta berlimpah waktu itu,, tak ada orang yang memiliki kehidupan makmur waktu itu,, tetapi setidaknya orang-orang itu masih mempunyai kedua orang tua yang bisa untuk menafkahinya,, sangat jauh berbeda dengan ke tiga bersaudara ini,, jika mereka tidak berusaha untuk mencari pekerjaan siapa lagi yang akan memberinya makan,, sedangkan sang ibu juga tidak bernasib baik untuk bisa membahagiakan ketiga anaknya..
seiring berputarnya waktu demi waktu kini mereka tumbuh lebih dewasa berkat hasil kerja keras mereka sendiri.
ayah saya bekerja dengan seseorang di daerah tersebut saya kurang tahu juga apa yang ia kerjakan,, yang jelasnya pekerjaan itu tidak lain hanya sebagai buruh.. ada banyak orang yang juga bekerja disana. saat jam istirahat para pekerja beristirahat sambil minum-minum kopi di warung,,, tapi ia hanya bisa memandangi mereka menikmati secangkir kopi,, ia hanya cukup meminum air putih yang disediakan secara gratis,, beliau tak mampu membeli secangkir kopi karena tak mempunyai uang sepeser pun di kantongnya.. setelah itu kembali kerja lagi. bulan berganti bulan ayah saya selalu mengharapkan upah yang dibagikan diakhir bulan tetapi ia belum pernah menerimanya sama sekali,, pekerjaanya hampir menjelang tiga bulan tetapi belum pernah ada bayaran yang ia terimanya sekalipun...
tetapi ia masih berfikir positif terhadap bosnya,, beliau berfikir mungkin semua upahnya ditampung dan akan diberikan suatu saat nanti..
enam bulan lamanya ayah saya bekerja baru ia sadari kalau ia bekerja tanpa dibayar,, keringat dan tenaga yang ia andalkan setiap hari ternyata membuahkan hasil pahit seperti ini.
Langganan:
Komentar (Atom)